Ikatan Ilmu Dengan Mencatat

Berjuang Mengikat Ilmu dengan Mencatat


❕Alhamdulillah kita yang sudah hijrah, sudah mulai belajar untuk mendatangi majelis ilmu, duduk mendengarkan nasehat dan ilmu dari para asatidz, namun seiring berjalan nya waktu perlu kita meningkatkan kualitas ngaji kita yang sebelum hanya jiping alias ngaji kuping, atau mungkin kita datang ke majelis ilmu dengan niat yang kurang ikhlas, datang ke majelis ilmu banyak melakukan hal yang sia-sia, hanya sekedar datang duduk sambil lalu dengan santai-santai  tidak serius, ada yang sambil bermain HP, ada yang sambil bersandar dengan memilih duduk di posisi paling belakang atau duduk di serambi masjid sambil bercakap-cakap dengan teman duduk lainnya dan perilaku-perilaku lain yang perlu secara bertahap selayaknya kita hindari ketika berada di dalam majelis ilmu.


➡️ Salah satu upaya kita sebagai orang yang belajar berjuang mencari dan memuliakan ilmu yaitu dengan mencatat, baik ditulis dengan pena di buku catatan atau saat ini di jaman modern bisa mencatat melalui aplikasi note catatan yang ada di handphone atau gadget kita lainnya 


📔 Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

ﻗَﻴِّﺪُﻭﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺑِﺎﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ

“Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya” ( Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026 )


Begitu juga yang menjadi kebiasaan dari salah satu sahabat dalam mencatat diantaranya Abdullah bin Amr :

📔 Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu berkata,

ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ ﻋَﻨْﻪُ ﻣِﻨِّﻲ، ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻜْﺘُﺐُ ﻭَﻻَ ﺃَﻛْﺘُﺐُ

"Tidak ada seorang pun dari shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam yang paling banyak (meriwayatkan) hadits dari beliau (shallallahu 'alaihi wa Sallam) selain aku, kecuali dari Abdullah bin Amr, karena ia dahulu menulis sedangkan aku tidak menulis." 

( HR. Al-Bukhari no.113 )


📒 Imam Asy-Sya’bi rahimahullah, salah satu ulama tabi'in dari kufah yang juga sebagai seorang perawi hadits ( wafat pada 104 H) berkata,

ﺇِﺫَﺍ ﺳَﻤِﻌْﺖَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻓَﺎﻛْﺘُﺒْﻪُ ﻭَﻟَﻮْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺎﺋِﻂِ

“Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding” ( Al-‘Ilmu no. 146 oleh Abu Khaitsamah )


📘 Al Hasan Radiyallahu 'anhum juga pernah memberi nasehat tentang keutamaan mencatat, 

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺑﻦ ﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ

⇦ ﺗﻌﻠﻤﻮﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺈﻧﻜﻢ ﺻﻐﺎﺭ ﻗﻮﻡ ، ﻭﺗﻜﻮﻧﻮﻥ ﻛﺒﺎﺭﻫﻢ ﻏﺪﺍ ﻓﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺤﻔﻆ ﻣﻨﻜﻢ ؛  ﻓﻠﻴﻜﺘﺐ .

[ ﺟﺎﻣﻊ ﺑﻴﺎﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ‏(373 ) ]


 Berkata al-Hasan bin Ali radhiallahu anhum :

"Pelajarilah ilmu agama karena kalian sekarang

adalah kaum yang kecil, dan esok hari kalian akan menjadi para

pembesarnya mereka.

Barang siapa di antara kalian tidak mampu

menghafal [ ilmu ] maka hendaknya dia

mencatatnya."

( Jami' Bayan Ilmu 373 )


📗 Imam Asy Syafi’i rahimahullah, salah seorang imam madzhab yang sangat dikenal di Indonesia juga pernah berkata,

ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﺻَﻴْﺪٌ ﻭَﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺑَﺔُ ﻗَﻴْﺪُﻩُ ﻗَﻴِّﺪْ ﺻُﻴُﻮْﺩَﻙَ ﺑِﺎﻟْﺤِﺒَﺎﻝِ ﺍﻟْﻮَﺍﺛِﻘَﻪْ

 ﻓَﻤِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻤَﺎﻗَﺔِ ﺃَﻥْ ﺗَﺼِﻴْﺪَ ﻏَﺰَﺍﻟَﺔً ﻭَﺗَﺘْﺮُﻛَﻬَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺨَﻼَﺋِﻖِ ﻃَﺎﻟِﻘَﻪْ


"Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya.

Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat,

Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang, Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja"

( Diwan Syafi’I hal. 103 )


Semoga Allah subhanahu wa ta'ala beri kemudahan dan keistiqomahan kepada kita semua dalam menuntut ilmu agama dan mengikat ilmu tsb dengan jalan salah satunya yaitu mencatat..


Nas Alallahu ta'ala at Taufiq wal istiqomah


®220321

➖➖➖➖⚙️➖➖➖➖

Referensi :

• muslim.or.id

• rumaysho.com

• atsar.id

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menasehati Yang Baik Tanpa Melukai

Perbanyak Memberikan Udzur

Menjadikan Ngaji Menuntut Ilmu Sebagai Ibadah ( ke-02 )