Sunnah di Awal Hujan

 🌿 Mengambil keberkahan dari air hujan 🍃

➖➖➖➖➖➖➖➖➖


✒ Allah Subhanahu wa ta'ala Berfirman, yang artinya

"Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam." 

( Qs. Qaf: 9 )


🏷 Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang soleh masa silam, sangat gembira dengan turunnya hujan. Sehingga mereka mengambil berkah dengan air hujan.


📔 Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

“Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya, lalu beliau guyurkan badannya dengan hujan. Kamipun bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan demikian?” Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.”

( HR Ahmad 12700, Muslim 2120 )


✓ An Nawawi menjelaskan,
“Makna hadits ini adalah hujan itu rahmat yaitu rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertabaruk (mengambil berkah) dari hujan tersebut.”

[ Syarh Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, 6/195, Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobiy, cetakan kedua, 1392 H ]

✓ An Nawawi selanjutnya mengatakan,
”Dalam hadits ini terdapat dalil bagi ulama Syafi’iyyah tentang dianjurkannya menyingkap sebagian badan (selain aurat) pada awal turunnya hujan, agar terguyur air hujan tersebut. Dan mereka juga berdalil dari hadits ini bahwa seseorang yang tidak memiliki keutamaan, apabila melihat orang yang lebih berilmu melakukan sesuatu yang ia tidak ketahui, hendaknya ia menanyakannya untuk diajari lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya pada yang lain.”

[ Syarh Muslim, 6/196 ]


Wallahu a'lam bishawab


🌨🌨🌨🌨⛈🌨🌨🌨🌨

Referensi :

• https://rumaysho.com/671-beberapa-amalan-ketika-turun-hujan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menasehati Yang Baik Tanpa Melukai

Menjadikan Ngaji Menuntut Ilmu Sebagai Ibadah ( ke-02 )

Menjadikan Ngaji, Menuntut Ilmu Sebagai Ibadah