Dakwah Dengan Akhlak Mulia

 Dakwah Itu Dengan Akhlak Mulia ✨
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️


➡️ Dakwah Itu dengan Akhlak Mulia, bukan dengan celaan dan cacian

TERKADANG orang awam, lebih melihat akhlak daripada dalil

Tentunya dakwah HARUS dengan dalil dan akhlak mulia



✒️ Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (lemah lembut) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”

( Qs. An-Nahl: 125 )


☑️ Tidak ada dakwah tanpa sabar

Dakwah itu pasti ada rintangannya

Yaitu gangguan manusia yang tidak suka

Bersabar menghadapi mereka

Harus lebih banyak doa, agar objek dakwah mendapat hidayah

Daripada banyak mengeluhkan gangguan mereka, apalagi membalas dendam gangguan mereka


☑️ Mukmin yang berdakwah dan bergaul

Lalu bersabar dengan gangguan manusia

Inilah manusia yang terbaik


📔 Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka"

( HR. At Tirmidzi )


📘 Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata,

"Bergaul/berbaur untuk mendakwahi dan menasehati manusia akan agama mereka, lebih baik daripada selalu menyendiri  untuk shalat, membaca Al-Quran dan bertasbih."

( 'Uddatus Shabirin hal. 93 )


✅ Dakwah dengan lemah lembut, akan menghiasi

Dakwah dengan keras dan celaan, akan menghancurkan


“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.”

( HR. Muslim )


✍🏻 Penyusun:

dr Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK

➖➖➖➖⚙️➖➖➖➖

📌 Sumber :

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10215754788862324&id=1821705253

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menasehati Yang Baik Tanpa Melukai

Menjadikan Ngaji Menuntut Ilmu Sebagai Ibadah ( ke-02 )

Menjadikan Ngaji, Menuntut Ilmu Sebagai Ibadah