Sikap Ujub dengan Berbangga Diri
♨️ Tak Sengaja Berbangga Diri 💢
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➡️ Kadang kala, ketika kondisi saat ini melihat diri kita, anak dan istri kita dalam ketaatan, lalu kita ujub - berbangga diri sehingga ketika melihat orang lain yg keluarganya kurang berhasil kita memandangnya lebih rendah dari diri kita, tak sadar membuka aib²nya, menganggap orang lain lebih bodoh dari kita dan merasa diri kita sudah berhasil dan lebih selamat dari orang lain
🪝 Berat nya ujian penyakit hati kita ini sampai menghasilkan kesombongan, ketika melihat ada salah satu kesalahan atau kekurangan orang lain, maka kita tidak mau mengakui kelebihan yang dimiliki oleh orang lain tsb, seolah2 hilang semua perkara kebaikan yang sudah dilakukan oleh orang tsb.
Jiwa kita senantiasa mengajak diri kita untuk menyatakan bahwasanya kitalah yang terbaik dalam bersikap, dan kebaikan yang telah diamalkan oleh orang lain merupakan perkara yang biasa yang tidak patut untuk dipuji, berbeda dengan amalan dan karya yang telah kita lakukan yang menurut kita patut untuk diacungkan jempol dan paling top.
🪔 Padahal jika bukan karena Hidayah dan Rahmat Allah tabaarakallahu wa ta'ala, belum tentu kita berada dlm kondisi ketaatan saat ini
❕Kita merasa telah menjadi orang yang baik saja sudah dianggap ujub, sebagaimana ditanyakan kepada Aisyah radliyallahu anha,
❔Siapakah orang yang terkena ujub ?
beliau menjawab:
"Bila ia memandang bahwa ia telah menjadi orang yang baik"
( Syarah Jami As Shoghir ).
Apalagi jika disertai dengan menganggap remeh orang lain, maka inilah bentuk kesombongan.
Manusia yang merasa dirinya baik, merasa telah banyak melakukan kebaikan, jika masih hidup maka belum tentu dirinya selamat sampai ditujuan nya kelak
📔 Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
"... Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya,
Ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka.
Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga"
( HR. Bukhari )
📘 Sebagai bahan renungan bersama, kita ambil hikmah dari seorang imam yaitu Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, beliau menukilkan perkataan seorang salaf,
“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar melakukan sebuah dosa, dan dengan dosa tersebut menyebabkan ia masuk surga.
Dan seorang hamba benar-benar melakukan sebuah kebaikan yang menyebabkannya masuk neraka.
Ia melakukan dosa dan dia senantiasa meletakkan dosa yang ia lakukan tersebut di hadapan kedua matanya, senantiasa merasa takut, khawatir, senantiasa menangis dan menyesal, senantiasa malu kepada Robb-Nya, menunudukan kepalanya dihadapan Robbnya dengan hati yang luluh. Maka jadilah dosa tersebut sebab yang mendatangkan kebahagiaan dan keberuntungannya. Hingga dosa tersebut lebih bermanfaat baginya daripada banyak ketaatan…
Dan seorang hamba benar-benar melakukan kebaikan yang menjadikannya senantiasa merasa telah berbuat baik kepada Robbnya dan menjadi takabbur dengan kebaikan tersebut, memandang tinggi dirinya dan ujub terhadap dirinya serta membanggakannya dan berkata :
"Aku telah beramal ini, aku telah berbuat itu."
Maka hal itu mewariskan sifat ujub dan kibr (takabur) pada dirinya serta sifat bangga dan sombong yang merupakan sebab kebinasaannya…”
( Al-Wabil As-Shoyyib 9-10 )
Semoga Allah menjadikan diri kita hamba yang ikhlas dalam beramal, meyelamatkan hati dan lisan kita dari sikap ujub dan Semoga Allah menjadikan akhir kehidupan yang baik untuk kita, akhir yang husnul khotimah
Aamiin Yaa robbal'alamiin
Wa Shalallahu 'ala nabiyyina Muhammadin wa 'ala alihi washahbihi wassalam
➖➖➖➖⚙️➖➖➖➖
🗃️ Maraji :
▪️ muslim.or.id
▪️ muslimafiyah.com
Komentar
Posting Komentar